Kepala Komite Olimpiade Rusia (ROC) Stanislav Pozdnyakov menyampaikan hal itu dalam pernyataannya, sekaligus mengecam tindakan negara-negara yang berencana melakukan boikot diplomatik terhadap ajang Olimpiade Beijing 2022.
Menurutnya, keputusan memboikot sangat tidak masuk akal.
"Itu menghancurkan integritas olahraga. Olahraga harus dijauhkan dari masalah politik yang kompleks," kata Pozdnyakov dikutip dari
TASS, Kamis (25/11).
"Baik saya pribadi maupun rekan-rekan saya tidak mendukung boikot politik semacam itu karena mereka merusak integritas Olimpiade," kata Pozdnyakov.
Pernyataannya datang sehari setelah Ketua Parlemen Majelis Tinggi Rusia, Valentina Matviyenko, mengecam politisi yang menyerukan boikot Olimpiade Beijing.
Matviyenko mengatakan, kabar soal rencana pemboikotan itu amat ia sesalkan.
“Pernyataan seperti itu bertentangan dengan semangat parlementer dan prinsip-prinsip Olimpiade. Mereka tidak layak untuk melakukan pemboikotan atas nama politik," katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. Dalam pernyataannya pada Kamis (25/11) ia mengatakan, Rusia menentang politisasi penyelenggaraan Olimpiade di mana pun di dunia, termasuk Olimpiade Beijing 2022.
"Kami melihat bahwa Amerika Serikat terus-menerus menggunakan basis regulernya dengan alasan yang tidak masuk akal. Mereka melakukan tindakan yang mengorganisir media dan kampanye politik yang bertujuan untuk merongrong organisasi Olimpiade di negara-negara, yang diyakini Amerika Serikat menggunakan kekuasaan," tandasnya.
BERITA TERKAIT: