AFP melaporkan, Menteri Dalam Negeri Karen Andrews dalam keterangannya mengatakan bahwa kelompok Syiah yang didukung Iran itu terus mengancam serangan teroris dan memberikan dukungan kepada organisasi teroris, serta menimbulkan ancaman nyata bagi Australia.
Dengan demikian Australia akan melarang seluruh keanggotaan organisasi atau menyediakan dana untuk kelompok tersebut.
Sejumlah negara Barat telah lebih dulu menetapkan Hizbullah sebagai kelompok teroris, meskipun beberapa negara enggan memberikan sanksi kepada sayap politik kelompok itu, karena khawatir hal itu dapat mengganggu stabilitas Lebanon dan menghambat kontak dengan pihak berwenang.
Hizbullah adalah satu-satunya pihak yang sampai saat ini menolak untuk dilucuti senjatanya sejak perang saudara yang menghancurkan negara itu berakhir pada tahun 1990.
Keputusan Australia datang ketika Lebanon terhuyung-huyung dari krisis politik dan ekonomi yang meningkat, di mana hampir 80 persen penduduk diperkirakan hidup di bawah garis kemiskinan.
Selain Hizbullah, Andrews juga mengumumkan bahwa Australia akan mendaftarkan kelompok sayap kanan The Base.
“Mereka adalah kelompok neo-Nazi rasis yang kejam yang diketahui oleh badan keamanan merencanakan dan mempersiapkan serangan teroris,†kata Andrews.
BERITA TERKAIT: