Hsu mengatakan bahwa gelombang pertama dari 109 pekerja migran Indonesia telah masuk ke sistem.
"Sebanyak 96 telah ditugaskan ruang karantina, dan 11 akan dapat memasuki Taiwan pada hari Rabu," katanya, seperti dikutip dari
Taiwan News.
Hsu mengatakan bahwa seluruh pekerja migran asal Indonesia itu melamar menjadi pengasuh dan tidak ada yang mendaftar untuk pekerjaan industri. Dia juga menunjukkan bahwa ada tujuh dari pelamar ini yang tidak divaksinasi.
Ketika ditanya apakah pekerja migran yang tidak divaksinasi dapat disuntik ketika mereka tiba di Taiwan, Hsu mengatakan bahwa berdasarkan peraturan Pusat Komando Epidemi (CECC), pekerja migran yang tinggal di Taiwan dapat menerima vaksin yang sama dengan warga negara di sana.
CECC mengumumkan pada Kamis (11/11), bahwa Taiwan akan membuka kembali perbatasannya untuk pekerja migran dalam dua tahap.
Selama tahap pertama, yang akan berlangsung hingga 14 Februari 2022, semua pekerja asing yang masuk ke negara itu akan dikirim ke pusat karantina untuk menjalani karantina selama 14 hari diikuti dengan pemantauan kesehatan diri selama tujuh hari.
Menurut Kementerian Tenaga Kerja, 1.700 kamar telah disediakan untuk angkatan pertama pekerja, dan pengusaha dapat masuk ke sistem pendaftaran untuk memulai proses pemasukan pekerja asing. Kelompok pertama yang terdiri dari 1.700 pekerja ini seluruhnya terdiri dari warga negara Indonesia.
BERITA TERKAIT: