Pejabat pemerintahan sementara Taliban mengatakan bom yang meledak ketika para jamaah melakukan ibadah itu diletakkan di mimbar Masjid Tiriley di distrik Spin Ghar.
Hingga saat berita ini dilaporkan, belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Saksi mata, di sisi lain, mengatakan tiga orang tewas dan 18 lainnya terluka dalam serangan itu, seperti dikutip dari
Anadolu Agency, Sabtu (13/11).
Serangan bom di Afghanistan yang sebagian besar terkonsentrasi di provinsi Nangarhar belakangan kerap terjadi sejak pasukan NATO pimpinan AS meninggalkan negara itu. Sebagian besar serangan teror itu diakui oleh kelompok teror Daesh/ISIS.
Hampir 100 orang kehilangan nyawa mereka dalam serangan saat shalat Jumat di masjid-masjid Syiah di Kunduz dan Kandahar pada 8 dan 15 Oktober, keduanya diklaim oleh Daesh/ISIS.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: