Lewat sebuah penyataan yang disampaikan juru bicara Kedutaan Besar China di AS, Beijing pada Rabu (27/10) bahwa pertanyaan itu politis, dan bahwa dukungan AS untuk Taiwan dalam mencari ruang internasional adalah ancaman terbesar bagi perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Sebelumnya Blinken pada Selasa (26/10) meminta semua negara anggota PBB untuk mendukung partisipasi kuat Taiwan dalam sistem PBB, dan melawan tekanan yang sedang berlangsung dari China untuk memblokir akses pulau yang diklaim itu ke organisasi internasional.
"Prinsip satu-China adalah konsensus yang diakui secara luas di antara masyarakat internasional dan garis bawah hubungan diplomatik China dengan negara lain, yang tidak mengizinkan tantangan dan distorsi AS," kata pernyataan kedutaan, seperti dikutip dari
Global Times.
Selanjutnya pernyataan itu mengingatkan bahwa sekitar 180 negara termasuk AS telah menjalin hubungan diplomatik dengan China atas dasar kepatuhan pada prinsip satu China.
"Partisipasi Taiwan di PBB harus mematuhi aturan seperti itu juga, yang telah didefinisikan secara politis, legal dan prosedural dalam Resolusi PBB 2758, yang mencabut masalah perwakilan China di PBB sekali dan untuk selamanya," kata pernyataan itu.
Pernyataan tersebut juga mengungkapkan bahwa sekitar 50 tahun yang lalu, AS telah mencoba untuk meningkatkan teori 'dua China' di panggung PBB tetapi berakhir dengan kegagalan total.
"Hari ini, dukungan terang-terangan dan provokasinya terhadap norma-norma dasar hubungan internasional juga akan gagal," tambah pernyataan itu.
Kedutaan kemudian mencatat bahwa landasan politik untuk interaksi China dan AS adalah prinsip satu-China dan tiga Komunike Bersama. Selain itu, kedutaan kembali mendesak AS untuk menepati janjinya dan tetap berpegang pada dasar hubungan bilateral.
BERITA TERKAIT: