Perintah ini menyusul laporan investigasi oleh
CNN.
Juru bicara pemerintah Thanakorn Wangboonkongchana mengatakan bahwa Prayut telah menugaskan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perdagangan Jurin Laksanawisit untuk menyelidiki masalah tersebut.
"Sekitar 80 juta sarung tangan karet palsu diyakini diimpor ke AS dan Kementerian Perdagangan telah meminta informasi lebih lanjut tentang kasus ini dari Food and Drug Administration (FDA)," kata Jurin, seperti dikutip dari
Bangkok Post, Selasa (26/10).
Kolonel Polisi Neti Wongkulap, Komisioner Sub Bagian 4 Divisi Perlindungan Konsumen Polisi (CPPD), mengatakan dua kasus yang dilaporkan CNN pertama kali ditangani Desember lalu oleh Divisi Pemberantasan Kejahatan yang telah meneruskan kasus ini ke kejaksaan.
"Sejauh ini tidak ada kasus penipuan yang terkait dengan kasus produksi alat kesehatan yang tidak sah yang diajukan ke CPPD," kata Kolonel Neti.
Dia mengatakan laporan Investigasi CNN menyangkut dua kasus sarung tangan medis palsu di Thailand. Kasus pertama, katanya, berkaitan dengan produksi dan pengemasan ulang sarung tangan medis yang tidak sah dan penggunaan dua merek dagang yang melanggar hukum, SkyMed dan Sri Trang.
"Kasus kedua adalah produksi sarung tangan medis nitrit palsu oleh Athip Chumphon, yang awal tahun lalu menjadi berita utama ketika ia dilaporkan terlibat dalam penimbunan kontroversial jutaan masker bedah selama wabah Covid-19," kata Kolonel Neti.
Supattra Boonserm, wakil sekretaris jenderal FDA, mengatakan kepada CNN bahwa meskipun puluhan juta sarung tangan bekas yang disita di negara lain ditemukan dalam paket yang berisi merek dagang SkyMed, itu tampaknya adalah produk palsu.
Dia mengatakan bahwa penyelidikan FDA menemukan bahwa SkyMed tidak mengimpor sarung tangan medis ke Thailand atau memproduksi sarung tangan sendiri di negara tersebut.
"Dalam penggerebekan yang dilakukan Desember lalu di sebuah gudang milik Paddy The Room Trading, pihak berwenang menemukan sejumlah besar sarung tangan bekas dan sejumlah pekerja mengemas sarung tangan itu dalam paket baru yang berisi label SkyMed," katanya.
BERITA TERKAIT: