Sembari mengibarkan bendera nasional, para pengunjuk rasa menyerukan "Misha!" sebagai nama panggilan Saakashvili pada Kamis (14/10).
Mereka memenuhi Lapangan Kebebasan dan jalan raya Rustaveli Avenue.
AFP memperkirakan ada sekitar 60 ribu orang yang melakukan aksi protes.
Saakashvili ditangkap dan dipenjarakan pada awal Oktober setelah kembali dari pengasingan di Ukraina. Ia dihukum in absentia atas tuduhan penyalahgunaan jabatan dan dijatuhi hukuman enam tahun penjara pada 2018.
Presiden Georgia dari 2004 hingga 2013 itu merupakan pendiri kekuatan oposisi utama Georgia, United National Movement (UNM). Selama dipenjara, ia telah menyatakan mogok makan dan dokter telah menyatakan keprihatinan atas kesehatannya yang memburuk.
Pengacara Saakashvili, Nika Gvaramia, membacakan surat sang mantan presiden kepada orang banyak yang menyerukan untuk menghancurkan pemerintahan saat ini.
"Georgia harus kembali ke jalurnya yang pro-Barat dan menjadi mercusuar demokrasi, reformasi, dan pembangunan. Sudah waktunya untuk menyelamatkan Georgia melalui persatuan dan rekonsiliasi nasional kita," kata surat itu.
Pada Kamis pagi, iring-iringan mobil sepanjang beberapa kilometer yang membawa pendukung Saakashvili menuju ke Tbilisi dari seluruh negeri.
Sementara itu, bus polisi anti huru hara dikerahkan di luar gedung parlemen menjelang protes.
BERITA TERKAIT: