Hal itu disampaikan Erdogan kepada Margaret Brennan dalam sebuah wawancara khusus bersama
CBS News di New York pada Selasa pekan lalu, yang tayang Minggu (26/9).
“Dengan kehadiran Amerika sejak dua dekade, kawasan itu tidak lebih aman. Sebaliknya, setiap hari wilayah itu kehilangan lebih banyak darah,†kata Erdogan, seperti dikutip dari Anadolu agency, Senin 827/99.
Dia mengatakan AS perlu merenungkan kembali kehadiran dan kepergiannya selama 20 tahun di sana.
Dalam wawancara tersebut Erdogan mengatakan bahwa Turki mungkin dapat mengambil alih tugas mengamankan bandara tetapi dengan syarat bahwa AS memberikan dukungan logistik, termasuk dukungan keuangan dan transfer senjata dan amunisi ke Turki.
“Tetapi hal-hal seperti itu terjadi di sana sehingga sebaliknya, semua senjata, amunisi, dan kendaraan di Bandara Karzai dipindahkan ke Taliban. Saat ini, Taliban beroperasi di sana dengan senjata Amerika,†katanya.
“Tapi kita sebenarnya sudah terbiasa dengan hal-hal tertentu karena sama, kelompok teroris yang menyerang sayangnya mendapat dukungan logistik dari AS dalam tingkat yang sangat parah,†kata Erdogan merujuk pada kelompok PKK dan afiliasinya.
“Ini terjadi pada pemerintahan AS sebelumnya dan terjadi di bawah pemerintahan saat ini juga. Kelompok teror PKK/YPG/PYD tidak boleh didukung dengan senjata,†katanya.
BERITA TERKAIT: