Desakan tersebut disampaikan China lewat pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pada konferensi Jumat (27/8). Zhao memaksa Taliban untuk mengatasi hambatan yang mengganggu kerjasama keamanan dan pembangunan regional.
“Kami memperhatikan bahwa selama 20 tahun terakhir, beberapa organisasi teroris telah berkumpul dan berkembang di Afghanistan, menimbulkan ancaman besar bagi keamanan internasional dan regional, terutama ETIM,†kata Zhao, seperti dikutip dari Global Times.
Pernyataan Zhao mengingatkan kembali janji Taliban kepada China, bahwa mereka tidak akan membiarkan pasukan apa pun menyakiti China melalui Afghanistan.
Dua pembom bunuh diri dan orang-orang bersenjata menyerang bandara Kabul pada Kamis (26/8), menyebabkan 13 tentara AS tewas dan 18 terluka. Selain itu, lebih dari 150 orang Afghanistan tewas dan ratusan lainnya terluka.
Ledakan mematikan itu terjadi di tengah perjuangan AS dan negara-negara Barat mengevakuasi orang-orang dari Afghanistan batas waktu yang ditentukan, 31 Agustus, yang juga merupakan garis merah yang ditarik oleh Taliban Afghanistan, AS dan sekutunya.
Dalam beberapa hari terakhir, AS dan sekutunya termasuk Inggris dan Australia telah diberitahu tentang risiko kemungkinan serangan yang menargetkan Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul.
BERITA TERKAIT: