Tudingan jari seperti itu 'akan menjadi mode' dalam opini publik Eropa, menurutnya. Itu akan berisiko melemahkan aliansi trans-Atlantik yang sejauh ini solid.
“Setelah orang Amerika meninggalkan bandara Kabul, target evakuasi adalah pada akhir bulan. Memang, itu sepertinya tidak akan mungkin. Bukan hanya bagi kami tetapi juga bagi negara-negara lain di Aliansi," kata Di Maio, menambahkan bahwa karena hal itulah maka fokus harus diarahkan kepada target waktu.
Menteri Pertahanan Lorenzo Guerini mengatakan, Italia sejauh ini telah mengevakuasi 2.659 warga Afghanistan, sekitar sepertiganya adalah anak-anak. Masih ada 1.000 orang lainnya yang sedang menunggu di dalam bandara untuk penerbangan ke Italia.
Atas permintaan Amerika Serikat, Italia juga mengizinkan transit sementara para pengungsi dalam penerbangan AS melalui pangkalan militer di Sisilia dan Italia utara.
Tepat setelah mereka tiba di Italia, para pengungsi diberikan visa kemanusiaan dan melakukan tes Covid-19.
Italia menggunakan kepemimpinannya saat ini dari kelompok G-20 untuk melibatkan kekuatan dunia, terutama China dan Rusia, untuk mencoba membangun konsensus tentang strategi menuju Afghanistan.
BERITA TERKAIT: