Pantai Gading Catat Kasus Ebola Pertama, Perdana Menteri Langsung Gelar Pertemuan Darurat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Minggu, 15 Agustus 2021, 09:50 WIB
Pantai Gading Catat Kasus Ebola Pertama, Perdana Menteri Langsung Gelar Pertemuan Darurat
Ilustrasi/Net
rmol news logo Pantai Gading melaporkan kasus Ebola pertamanya, setelah bebas dari penyakit mematikan itu selama hampir tiga dekade terakhir.

Menteri Kesehatan Pierre N'Gou Demba pada Sabtu malam (14/8) mengumumkan, kasus tersebut melibatkan seorang wanita Guinea berusia 18 tahun. Hal itu juga dikonfirmasi oleh Institut Pasteur yang menguji sampelnya.

"Ini kasus yang diisolasi dan diimpor," ujar Demba, seperti dikutip Arab News.

Demba mengatakan, wanita itu telah meninggalkan kota Labe di Guinea melalui jalur darat, kemudian tiba di Pantai Gading pada Rabu (11/8). Saat ini ia tengah dirawat di ruang intensif di Abidjan.

Sebagai tindak lanjut, Perdana Menteri Patrick Achi langsung menggelar dan memimpin pertemuan darurat antarkementerian. Achi kemudian mengaktifkan rencana darurat, yang mencakup identifikasi dan pengawasan siapa pun yang pernah melakukan kontak dengan pasien.

Meski begitu, Achi menekankan agar seluruh pihak tetap tenang. Pantai Gading sendiri sudah memiliki vaksin melawan Ebola yang dapat diberikan kepada mereka yang telah melakukan kontak dengan kasus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, ini adalah kasus Ebola pertama di Pantai Gading sejak 1994.

Baru-baru ini, tepatnya 19 Juni, WHO telah mendeklarasikan berakhirnya wabah Ebola di Guinea yang telah merenggut 12 orang selama empat bulan.

Namun WHO menyebut kasus di Pantai Gading kemungkinan tidak terkait dengan wabah Ebola di Guinea.

"Penyelidikan lebih lanjut dan sekuensing genomik akan mengidentifikasi strain dan menentukan apakah ada hubungan antara dua wabah," tambah WHO.

WHO mengatakan pihaknya membantu mengoordinasikan respons lintas batas, termasuk mentransfer 5.000 dosis vaksin Ebola dari Guinea ke Pantai Gading.

Ebola merupakan penyakit menular mematikan yang menyebabkan demam parah dan, dalam kasus terburuk, pendarahan tak terbendung. Tingkat kematiannya bervariasi, antara 25 hingga 90 persen.

Penyakit ditularkan melalui kontak dekat lewat cairan tubuh, dan orang-orang yang tinggal bersama atau merawat pasien adalah yang paling berisiko.

Dalam empat dekade, wabah Ebola berkala telah menewaskan sekitar 15.000 orang, semuanya di Afrika. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA