"Penggeledahan yang dilakukan hari ini (Minggu) termasuk kantor pengurus asosiasi terlarang, anggotanya dan juga kantor perwalian yang konon dijalankan oleh JeI. Selama penggeledahan, berbagai dokumen yang memberatkan dan perangkat elektronik disita dari tempat para tersangka," kata seorang juru bicara NIA, seeprti dikutip dari
Hindustan Times, Minggu.
Pemerintah menuduh Jamaat-e-Islami, partai politik Islam yang didirikan oleh Sayyid Abul Ala Maududi pada 24 Agustus 1941 itu mendukung militansi di Kashmir yang dikuasai India, yang merupakan jantung dari konflik puluhan tahun dengan Muslim Pakistan.
Menurut Badan kontra-terorisme India, anggota organisasi tersebut telah mengumpulkan dana di dalam dan luar negeri melalui sumbangan untuk kegiatan amal dan kesejahteraan, tetapi dana tersebut malah digunakan untuk kegiatan kekerasan dan pemisahan diri.
“Dana yang dikumpulkan oleh JeI juga disalurkan ke organisasi teroris terlarang seperti Hizb-ul-Mujahidin, Lashkar-e-Taiba dan lainnya melalui jaringan kader JeI yang terorganisir dengan baik,†kata badan tersebut.
NIA juga mengatakan JeI telah memotivasi pemuda yang mudah dipengaruhi di Kashmir dan merekrut anggota baru di Jammu dan Kashmir untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemisahan diri yang mengganggu.
Pemerintah India melarang JeI setelah pecahnya serangan militan di Kashmir lebih dari dua tahun lalu, yang diklaim oleh kelompok militan Islam yang berbasis di Pakistan dan menewaskan 40 tentara India ketika seorang pembom bunuh diri menabrakkan mobilnya ke dalam bus yang membawa pasukan militer.
Hingga berita ini diturukan, belum ada kometar dari kelompok Jel.
BERITA TERKAIT: