Kementerian Luar Negeri Azerbaijan pada Sabtu (3/6) mengumumkan pihaknya telah menyerahkan 15 tahanan kepada Armenia. Para tahanan merupakan mereka yang telah menjalani hukuman, meski tidak dirinci siapa mereka.
Sementara itu, di pihak Armenia memberikan peta yang merinci lokasi 92 ribu ranjau anti-tank dan anti-personil. Peta tersebut meliputi wilayah Fizuli dan Zangilan di Nagorno-Karabakh, seperti dimuat
Reuters.
Kementerian menyebut, pertukaran tahanan itu merupakan negosiasi yang dimediasi oleh Rusia.
Tahun lalu, Azerbaijan dan Armenia terlibat pertempuran di Nagorno-Karabakh. Selama konflik 44 hari tahun lalu, yang berakhir dengan gencatan senjata pada 10 November, Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desa di Karabakh dari pendudukan Armenia.
Gencatan senjata dipandang sebagai kemenangan bagi Azerbaijan dan kekalahan bagi Armenia, yang angkatan bersenjatanya mundur sesuai dengan kesepakatan.
BERITA TERKAIT: