Menurut pejabat Tavanir, Gholamali Rakhshanimehr, penutupan dimulai pada Sabtu (19/6) selama tiga hingga empat hari, seperti dikutip
Channel News Asia.
Ia mengatakan, penutupan dapat terjadi, namun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut penyebab penutupan kali ini dilakukan. Ini adalah pertama kalinya Iran melaporkan penutupan darurat di PLTN Bushehr.
PLTN Bushehr dibuka pertama kali pada 2011 dengan bantuan Rusia. Iran diharuskan mengirim batang bahan bakar bekas dari reaktor kembali ke Rusia sebagai tindakan nonproliferasi nuklir.
PLTN Bushehr didorong oleh uranium yang diproduksi di Rusia, bukan Iran, dan dipantau oleh Badan Energi Atom Internasional Perserikatan Bangsa Bangsa (IAEA).
Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (20/6), Tavanir mengatakan PLTN sedang diperbaiki. Dikatakan pekerjaan perbaikan akan memakan waktu hingga Jumat (25/6).
Pada Maret, pejabat nuklir Mahmoud Jafari mengatakan PLTN itu dapat berhenti bekerja karena Iran tidak dapat memperoleh suku cadang dan peralatan untuk itu dari Rusia karena sanksi perbankan yang diberlakukan oleh AS pada 2018.
BERITA TERKAIT: