BMAD merupakan pungutan yang dilakukan negara atas barang dumping yang menyebabkan kerugian. Dalam hal ini, barang itu adalah yang diimpor dengan tingkat harga ekspor lebih rendah dari nilai normalnya di negara pengekspor.
Menteri Perdagangan Australia Dan Tehan mengatakan, keputusan untuk mengadukan China ke WTO diambil setelah konsultasi dengan para pembuat anggur, seperti dimuat
Sputnik.
"Australia akan membela kepentingan pembuat anggur Australia dengan mengambil tindakan di WTO atas pengenaan bea anti-dumping China pada anggur Australia," ujar Tehan dalam keterangan bersama dengan Menteri Pertanian David Littleproud pada Sabtu (19/6).
Pada akhir November 2020, Kementerian Perdagangan China memperkenalkan tarif hingga 212,1 persen pada impor anggur Australi. Itu terjadi ketika Australia memulai penyelidikan dugaan praktik dumping oleh China.
China adalah mitra dagang utama Australia dan pasar terbesar untuk anggur Australia.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: