Presiden Cyril Ramaphosa telah berjanji untuk menindak tegas korupsi di tengah pandemi. Unit Investigasi Khusus (SIU) Afrika Selatan kemudian melaporkan tengah menyelidiki lebih dari 4.000 kontrak terkait pandemi Covid-19 yang mencurigakan.
Salah satu kontrak tersebut melibatkan Mkhize pada tahun lalu. Ia diduga menyalahgunakan dana penanganan Covid-19 untuk memperkaya diri.
Mkhize diduga terlibat dalam kasus korupsi yang terkait kontrak antara Kementerian Kesehatan dengan penyedia layanan komunikasi, Digital Vibes, bernilai 150 juta rand Afrika Selatan atau setara dengan Rp 157 miliar (Rp 1.000/rand Afrika Selatan).
Digital Vibes, yang diduga dipimpin oleh kenalan dekat Mkhize, telah membeli mobil untuk putra menteri dan membayar renovasi rumah milik Mkhize.
Untuk mendukung penyelidikan Ramaphosa telah mengeluarkan cuti khusus bagi Mkhize.
“Periode cuti khusus ini akan memungkinkan Menteri untuk menghadiri tuduhan dan penyelidikan mengenai kontrak antara Departemen Kesehatan dan penyedia layanan, Digital Vibes,†kata kantor Ramaphosa pada Selasa (8/6), seperti dimuat
Al Jazeera.
Pekan lalu, SIU mengatakan bahwa 63 pejabat pemerintah sejauh ini diduga terlibat dalam kasus korupsi, sementara 87 perusahaan akan masuk daftar hitam.
BERITA TERKAIT: