Jurubicara Kremlin Dmitry Peskov pada Sabtu (29/5) mengatakan, Presiden Vladimir Putin dan Presiden Balarus Alexander Lukashenko mengadakan pembicaraan selama lebih dari lima jam di Sochi pada Jumat (28/5). Keduanya juga melakukan perjalanan kapal pesiar di Laut Hitam.
Rusia telah menjanjikan pinjaman 1,5 miliar dolar AS untuk Belarus pada tahun lalu. Pinjaman tahap pertama telah diberikan pada Oktober 2020, senilai 500 juta dolar AS.
Sementara tahap kedua akan diberikan sebelum akhir Juni.
"Setidaknya tidak ada kendala tersisa untuk ini (tahap kedua), semuanya sudah diputuskan," ujar Peskov, seperti dikutip
Anadolu Agency.
Peskov mencatat Putin dan Lukashenko fokus pada perang melawan pandemi virus corona, serta masalah ekonomi dan perdagangan. Mereka juga menyinggung pendaratan darurat jet penumpang Ryanair di Belarus.
"Pembicaraan itu sangat konstruktif, kaya konten," lanjut Peskov.
Terkait sanksi yang diberikan Eropa terhadap Belarus, Peskov menekankan masalah ini harus diselesaikan melalui penyelidikan yang bijaksana dan konstruktif, tanpa kesimpulan yang tergesa-gesa.
Sementara mengenai masalah perjalanan udara untuk warga Belarus, Peskov mengatakan kementerian transportasi kedua negara telah ditugaskan untuk membantu warga Belarus di Eropa pulang.
Penerbangan Ryanair Boeing 737-8AS dari Athena ke ibukota Lithuania, Vilnius, mendarat di Minsk pada Sabtu lalu (22/5) karena ancaman bom.
Namun seorang jurnalis oposisi Belarus, Roman Protasevich ditangkap oleh otoritas ketika pendaratan.
Protasevich adalah pendiri saluran berita media sosial, yang dilaporkan memainkan peran utama dalam protes musim panas lalu di Minsk yang menuntut pengunduran diri Lukashenko.
BERITA TERKAIT: