Swiss Sepakati Nota Kesepahaman Dengan WHO Untuk Jadi Tuan Rumah Laboratorium Patogen Global

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 25 Mei 2021, 09:19 WIB
Swiss Sepakati Nota Kesepahaman Dengan WHO Untuk Jadi Tuan Rumah Laboratorium Patogen Global
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus/Net
rmol news logo Swiss bersedia menjadi tuan rumah penyimpanan patogen global. Konfederasi Swiss telah menandatangani Nota Kesepahaman bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (24/5) untuk meluncurkan Fasilitas BioHub WHO pertama.

Fasilitas ini akan meningkatkan pertahanan internasiona terhadap ancaman yang muncul, yaitu penyebaran virus dan patogen secara cepat dari laboratorium ke mitra secara global.

Laboratorium BioHub akan menyimpan dan menganalisis patogen dari seluruh dunia dan meningkatkan penyebaran informasi secara cepat antar laboratorium.

"Ini akan menjadi mekanisme yang andal, aman, dan transparan, bagi negara-negara anggota untuk secara sukarela berbagi patogen dan sampel klinis," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip dari laman resmi WHO.

Fasilitas ini berada di Spiez, Swiss, dan akan berfungsi sebagai pusat penerimaan, pengurutan, penyimpanan, dan persiapan bahan biologis yang aman untuk didistribusikan ke laboratorium lain, untuk menginformasikan penilaian risiko, dan mempertahankan kesiapsiagaan global terhadap patogen ini.

Anggota Dewan Federal Swiss Alain Berset mengatakan dalam pernyataannya bahwa dibutuhkan kerjasama internasional yang erat untuk memastikan penyebaran data epidemiologi dan klinis, serta materi biologis secara tepat waktu.

"Swiss mendukung prakarsa BioHub WHO pada tahap awal dengan menyediakan infrastruktur yang diperlukan untuk laboratorium keamanan hayati Swiss di Spiez. Dengan ini, kami berharap dapat berkontribusi pada pembentukan sistem pertukaran internasional untuk SARS-CoV-2 dan patogen lain yang muncul,” kata Berset.

Saat ini, 'berbagi patogen' dilakukan antar negara secara ad hoc, yang berarti akan ada resiko keterlambatan dan membuat beberapa negara tidak terlibat.

BioHub akan mengizinkan 194 negara anggota WHO untuk berbagi bahan biologis dengan fasilitas di bawah kondisi yang telah disepakati sebelumnya untuk memastikan ketepatan waktu dan prediktabilitas saat menanggapi potensi wabah.

"Pandemi Covid-19  dan wabah serta epidemi lainnya telah menggarisbawahi pentingnya berbagi patogen dengan cepat untuk membantu penelitian ilmiah dalam menilai risiko dan menentukan tindakan segera, seperti diagnostik, terapeutik, dan vaksin," kata Tedros.

Sistem BioHub merupakan langkah penting untuk memfasilitasi aliran informasi ini.

Skema percontohan menggunakan virus SARS-CoV-2 penyebabkan Covid-19. Ini akan menguji apakah layak untuk berbagi bahan biologis dengan produsen untuk pengembangan produk medis untuk alokasi yang merata antar negara.

"Mengikuti hasil dari proyek percontohan, BioHub akan berkembang dari SARS-CoV-2 dan variannya, ke patogen lain. Dan menghubungkan mitra dengan repositori dan jaringan laboratorium lain pada 2022," kata WHO. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA