Dua diplomat tersebut merupakan Aung Soe Moe dan seorang rekan juniornya. Mereka dipecat usai melakukan mogok kerja untuk memprotes pemerintahan junta.
Menurut
Kyodo News pada Kamis (20/5), keduanya tidak mengundurkan diri tetapi status diplomatik dan paspor mereka dicabut, dan tinggal di Tokyo dengan bantuan warga Myanmar lainnya.
Kedua diplomat itu meninggalkan kompleks kedutaan pada 11 Maret, beberapa hari setelah mengunggah di Facebook untuk mendukung protes damai anti-junta.
Jurubicara pemerintah Jepang, Katsunobu Kato mengatakan, kedutaan Myanmar telah memberi tahu kementerian luar negeri Jepang bahwa visa diplomatik untuk keduanya itu tidak lagi berlaku.
"Kementerian luar negeri sedang mempelajari tanggapan seperti apa yang tepat, dengan mempertimbangkan situasi Myanmar saat ini," tambah Kato.
Mereka hanya dua di antara sekitar 100 diplomat Myanmar di seluruh dunia yang dipecat karena menentang junta.
Pada bulan April, diplomat pro-junta merebut kedutaan Myanmar di London, setelah dutabesar sebelumnya menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi.
Diplomat Myanmar lainnya termasuk di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan di Berlin juga menghadapi ancaman serupa, pemecatan atas protes mereka.
BERITA TERKAIT: