Desakan itu disampaikan oleh Menteri Lular Negeri Palestina Riyad al-Maliki dalam suratnya ke Kantor Kejaksaan ICC, seperti dikutip
Al Jazeera, Rabu (19/5).
Dalam unggahan Misi Palestina untuk Belanda, Dutabesar Rawan Sulaiman menyampaikan surat tersebut. Isinya menyerukan pertanggungjawaban atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terus dilakukan di Palestina, termasuk di Sheikh Jarrah dan Gaza.
"Negara Palestina terus secara konsisten memberikan kepada pengadilan informasi dan dokumentasi tentang kejahatan baru dan yang sedang berlangsung yang berada dalam yurisdiksi pengadilan dalam konteks penyelidikan yang sedang berlangsung dalam situasi tersebut," demikian surat tersebut.
Sebelumnya, jurubicara Kementerian Kesehatan Dr Ashraf al-Qidra mengatakan laboratorium utama yang melayani Gaza telah berhenti beroperasi dan semua tes Covid-19 tidak dilakukan lantaran serangan udara Israel.
Pemkot juga menyebutkan adanya kekurangan peralatan untuk dapat memperbaiki jaringan listrik dan air. Ada kekurangan air karena stasiun desalinasi di tepi laut berhenti berfungsi karena pemboman Israel.
Dikutip dari
Al Jazeera, serangan Israel telah menewaskan setidaknya 218 orang, termasuk 63 anak-anak, dan lebih dari 1.500 terluka.
Sementara di Israel, 12 orang meninggal dunia, termasuk dua anak, dan setidaknya 300 orang terluka.
BERITA TERKAIT: