Kekecewaan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein dalam sebuah pernyataan resmi pada Senin (17/5) waktu setempat.
"Ini adalah sesi ketiga DK PBB minggu ini, namun belum ada satu pernyataan pun yang dirilis tentang situasi terkini di Palestina," katanya, seperti dikutip dari
Bernama, Selasa (18/5).
"Dengan tidak adanya aksi persatuan Dewan Keamanan, Malaysia, sejalan dengan panggilan bersama kami dengan Brunei Darussalam dan Indonesia, mendesak Majelis Umum untuk mengadakan sidang khusus untuk segera mengakhiri permusuhan," kata pernyataan itu.
"PBB harus memaksa Israel untuk mematuhi semua kewajiban hukum internasional serta Piagam PBB," lanjut pernyataan tersebut.
Dalam pernyataan tersebut Malaysia juga kembali mengutuk tindakan Israel yang menimbulkan banyak korban sipil.
"Sekali lagi, Malaysia mengutuk keras serangan, sembarangan dan meningkatkan serangan oleh Pasukan Pendudukan Israel dan pemukim Israel terhadap warga sipil Palestina dan jamaah di Masjid Al-Aqsa," kata pernyatan itu.
Malaysia juga mengutuk keras semua penggusuran paksa warga Palestina dari rumah mereka, termasuk di lingkungan Sheikh Jarrah dan Silwan di Yerusalem Timur.
"Malaysia tidak akan pernah mengakui penyitaan terang-terangan atas tanah Palestina oleh Israel karena pemukiman ilegal," pungkas pernyataan itu.
BERITA TERKAIT: