Sanders mengatakan, tindakan ekstremis pemerintahan sayap kanan Israel tersebut memicu konflik yang dapat berujung pada perang yang menghancurkan.
"Sekali lagi, kami melihat bagaimana tindakan tidak bertanggung jawab dari ekstremis sayap kanan sekutu pemerintah di Yerusalem dapat meningkat dengan cepat menjadi perang yang menghancurkan," kata Sanders di Twitter pada Rabu (12/5).
Pernyataan Sanders sendiri merujuk pada penggusuran paksa sejumlah keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur oleh otoritas Israel.
Insiden tersebut disusul dengan serangkaian bentrokan berdarah antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel di kompleks Masjid Al Aqsa sejak Jumat (7/5) hingga saat ini.
Ketegangan juga meningkat ketika Hamas memberikan ultimatum kepada Israel untuk menarik pasukan dari Yerusalem pada Senin (10/5). Hamas kemudian mengirim serangan udara yang dibalas oleh Israel bertubi-tubi.
"Anak-anak Israel seharusnya tidak menghabiskan malam dengan ketakutan di tempat perlindungan bom, seperti yang dilakukan banyak orang malam ini. Anak-anak Palestina seharusnya tidak tumbuh di bawah kekerasan dan penindasan yang terus-menerus dari pendudukan, seperti yang dilakukan banyak orang, dan telah dilakukan," ujar politikus 79 tahun itu.
Lebih lanjut, Sanders mendorong pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk menyerukan gencatan senjata segera dan mengakhiri aktivitas pemukiman yang provokatif serta ilegal.
"Dan kita juga harus berkomitmen kembali untuk bekerja dengan Israel dan Palestina untuk mengakhiri konflik ini," tambahnya.
Hingga Selasa malam, serangan Israel ke Gaza telah menewaskan 30 warga Palestina, termasuk 10 anak-anak dan seorang wanita, serta melukai lebih dari 200 lainnya.
Sementara itu, di pihak Israel, tiga orang meninggal dunia dan 31 lainnya terluka.
BERITA TERKAIT: