Cegah Penyebaran Covid-19 Dari Nepal, China Akan Pasang Garis Pembatas Di Puncak Everest

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 10 Mei 2021, 12:14 WIB
Cegah Penyebaran Covid-19 Dari Nepal, China Akan Pasang Garis Pembatas Di Puncak Everest
Gunung Everest melintasi perbatasan China-Nepal, dengan lereng utara milik China/Net
rmol news logo . Pemerintah China akan mendirikan 'garis pemisah' di puncak Gunung Everest guna menghindari kemungkinan infeksi Covid-19 yang disebarkan oleh pendaki dari Nepal yang saat ini tengah dilanda lonjakan virus corona.

Keputusan tersebut diambil menyusul adanya laporan yang mengatakan bahwa puluhan orang jatuh sakit dari base camp puncak.

Lebih dari 30 pendaki yang sakit telah dievakuasi dari base camp di sisi Nepal dari puncak tertinggi dunia itu dalam beberapa pekan terakhir, tepat di saat Nepal menghadapi gelombang kedua yang mematikan. Kejadian tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa virus kemungkinan bisa merusak musim pendakian yang luar biasa, seperti dikutip dari Bangkok Post, Minggu (9/5).

Gunung Everest melintasi perbatasan China-Nepal, dengan lerengnya di utara sebagai wilayah China.

Xinhua melaporkan pada Minggu (9/5), bahwa pihak berwenang Tibet mengatakan kepada wartawan pada konferensi pers bahwa mereka akan mengambil "langkah pencegahan epidemi paling ketat" untuk menghindari kontak antara pendaki di lereng utara dan selatan atau di puncak.

"Pemandu gunung akan menyiapkan garis pemisah di puncak gunung sebelum mengizinkan pendaki memulai pendakian yang melelahkan," kata kepala Asosiasi Pendaki Gunung Tibet.

Pejabat itu tidak memberikan rincian tentang seperti apa teknisnya garis pemisah itu akan dibuat.

"Dua puluh satu pendaki Tiongkok telah disetujui untuk mendaki ke puncak Everest tahun ini setelah dikarantina di Tibet sejak awal April," pejabat itu menambahkan.

Pihak China juga akan meningkatkan langkah-langkah pengendalian virus di base camp China di sisi utara gunung, dengan turis non-pendaki di daerah berpemandangan indah Everest dilarang masuk.

China telah melarang warga negara asing mendaki Everest sejak tahun lalu karena wabah virus.

Tetapi tahun ini Nepal telah mengeluarkan rekor jumlah izin pendakian untuk mencoba dan meningkatkan pengunjung setelah industri pariwisatanya mengalami pukulan dahsyat hingga tahun 2020 akibat pandemi.

Lebih dari seribu orang biasanya berkemah di kota tenda yang ramai di kaki Everest di sisi Nepal pada satu waktu, termasuk pendaki asing dan tim pemandu Nepal yang mengantar mereka ke puncak.

Dalam tiga minggu terakhir, lintasan kasus harian Nepal telah melonjak dengan dua dari lima orang yang dites sekarang kembali positif karena infeksi menyebar dari gelombang kedua mematikan di India. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA