Hal itu dikonfirmasi oleh kepala urusan luar negeri KNU, Padoh Saw Taw Nee, kepada media
AFP.
“Pasukan kami merebut kamp militer Burma,†katanya, seraya menambahkan bahwa pertempuran itu terjadi sekitar pukul 5 pagi, seperti dikutip dari Bangkok Post.
Pertempuran pada Selasa (27/4) meletus di negara bagian Karen dekat sungai Salween, yang membatasi sebagian perbatasan, dengan penduduk di sisi Thailand melaporkan mendengar tembakan dan ledakan yang datang dari dalam Myanmar.
“Kami bisa mendengar dari sisi lain, kami bisa mendengar peluru,†kata Hkara, warga lama Mae Sam Laep di provinsi barat laut Thailand, Mae Hong Son.
“Kami melihat lima atau enam tentara Burma lari ke sungai dan kemudian kami melihat KNU menembak mereka, tapi saat itu sangat gelap,†katanya.
Bulan lalu, setelah KNU menyerbu pangkalan militer, junta menanggapi dengan beberapa serangan udara di malam hari - serangan udara pertama di negara bagian Karen dalam lebih dari 20 tahun.
Hkara mengatakan beberapa penduduk desa telah meninggalkan rumah mereka ke kota lain karena takut akan pembalasan dari militer Myanmar.
“Tidak ada yang berani untuk tinggal ... mereka sudah lari pagi ini saat baku tembak dimulai," katanya kepada AFP.
Myanmar telah berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dalam kudeta 1 Februari lalu, memicu pemberontakan yang telah membuat pasukan keamanan melakukan tindakan keras yang mematikan terhadap pengunjuk rasa.
Gerakan anti-kudeta telah berhasil mengumpulkan dukungan luas di seluruh negeri, termasuk di antara beberapa kelompok pemberontak bersenjata Myanmar yang selama beberapa dekade telah memerangi militer untuk mendapatkan lebih banyak wilayah kekuasaan. KNU menjadi lawan paling vokal dan telah bentrok dengan militer di wilayah mereka di sepanjang perbatasan timur Myanmar selama berminggu-minggu.
KNU dengan lantang mengutuk kudeta militer, dan mengatakan mereka melindungi setidaknya 2.000 pembangkang anti-kudeta yang melarikan diri dari pusat kerusuhan di perkotaan.
Bentrokan meningkat di negara bagian Karen dalam beberapa pekan terakhir, membuat lebih dari 24.000 warga sipil, termasuk sekitar 2.000 orang yang menyeberangi sungai untuk mencari perlindungan singkat di sisi Thailand.
Diperkirakan sepertiga wilayah Myanmar - sebagian besar di wilayah perbatasannya - dikuasai oleh segudang kelompok pemberontak, yang memiliki milisi sendiri.
BERITA TERKAIT: