Jurubicara Gedung Putih Jens Psaki pada Sabtu (24/4) mengatakan, AS tengah melakukan percakapan dengan pemerintah India untuk mengerahkan dukungan tambahan
Psaki mengatakan, AS juga telah memberikan bantuan senilai 1,4 miliar dolar AS kepada India dalam bentuk pasokan bantuan darurat, pelatihan pandemi, hingga ventilator.
Pada Jumat (23/4), Kamar Dagang AS meminta pemerintahan Presiden Joe Biden untuk menyumbangkan jutaan dosis vaksin AstraZeneca untuk India dan Brasil, serta negara-negara yang paling parah terdampak Covid-19.
Menurut Kementerian Kesehatan, India mencatat 349.691 kasus Covid-19 pada Minggu (25/4), sehingga totalnya menjadi 16,96 juta kasus Covid-19.
Dekan Brown University School of Public Health, Ashish Jha menyebut India berada dalam ambang bencana kemanusiaan.
Dia mengatakan sekitar 2.000 orang meninggal setiap hari, tetapi kebanyakan ahli memperkirakan bahwa jumlah sebenarnya adalah lima sampai 10 kali lipat dari tingkat itu.
Jha meminta Washington untuk mengirim oksigen ke India, peralatan pengujian, dan peralatan pelindung pribadi berkualitas tinggi, termasuk masker wajah, dan obat-obatan untuk mengobati pasien Covid-19, termasuk obat penenang dan Remdesivir.
Jha juga mendesak pemerintahan Biden untuk berbagi kelebihan vaksin dengan India dan negara-negara lain yang mengalami krisis.
Ia juga menyoroti sekitar 30 juta dosis vaksin AstraZeneca yang tidak terpakai karena belum diizinkan oleh regulator AS.
Jha juga mendesak AS untuk mencabut kontrol ekspor pada bahan mentah yang diberlakukan melalui Defense Production Act dan embargo ekspor terkait pada Februari.
BERITA TERKAIT: