Dimuat
Nikkei Asia pada Minggu (25/4), pemerintah berencana untuk membuka pusat vaksinasi besar di Tokyo dan Osaka dalam beberapa pekan ke depan.
Pusat itu diharapkan dapat memvaksinasi sekitar 10 ribu orang setiap harinya bagi siapa saja yang tinggal dan bekerja di Tokyo.
Pemerintah juga telah menyiapkan staf terlatih secara medis dari Pasukan Bela Diri Jepang untuk membantu di pusat-pusat vaksinasi tersebut.
Percepatan program vaksinasi di Jepang dilakukan ketika pemerintah dikecam karena peluncuran vaksinasi yang lambat. Bahkan sebagian besar upaya vaksinasi dilakukan oleh otoritas kota.
Jepang baru mulai memvaksinasi populasi lansia yang cukup besar bulan ini. Sejauh ini baru sekitar 1 persen dari populasinya yang telah divaksinasi.
Para ahli kesehatan mengatakan mungkin diperlukan waktu hingga musim dingin, sekitar Desember hingga Februari, atau lebih lama bagi masyarakat umum Jepang untuk mendapatkan akses ke vaksin.
Jepang memang menjadi salah satu negara yang cukup berhasil menghindari penyebaran virus secara eksplosif, dengan melaporkan 550 ribu kasus Covid-19 dengan 9.761 kematian.
Namun lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini memicu kekhawatiran akan adanya terjangan gelombang baru infeksi.
Alhasil, pemerintah memberlakukan keadaan darurat di Tokyo, Osaka dan dua prefektur lainnya dimulai pada Minggu, yang akan mencakup hampir seperempat populasi.
Berbagai upaya untuk menekan pandemi dilakukan Jepang menjelang perhelatan Olimpiade Tokyo yang akan digelar tiga bulan mendatang.
BERITA TERKAIT: