Bahkan dalam pernyataannya pada Sabtu (10/4), Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengaku kesulitan tidur karena masih dihantui oleh insiden tersebut.
"Saya tidak merahasiakan fakta bahwa saya tidak bisa tidur nyenyak di malam hari karena adegan itu terus berulang di kepala saya," kata Michel, seperti dikutip
Reuters.
Michel bersama rekannya, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen bertemu dengan Erogan di Ankara pada Selasa (6/4).
Ketika itu, hanya ada dua kursi yang disediakan dan langsung ditempati oleh Erdogan dan Michel. Sementara von der Leyen berada di sofa yang jauh dari keduanya.
Insiden itu memancing amarah publik. Skandal yang disebut sebagai "Sofagate" dianggap telah mendiskriminasi perempuan.