Jepang Enggan Pakai Vaksin Tawaran China Untuk Atlet Olimpiadenya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 12 Maret 2021, 13:39 WIB
Jepang Enggan Pakai Vaksin Tawaran China Untuk Atlet Olimpiadenya
Olimpiade Tokyo/Net
rmol news logo Atlet Jepang yang akan bermain dalam Olimpiade Musim Panas Tokyo tidak akan melakukan vaksinasi dengan vaksin yang ditawarkan oleh China.

Begitu yang disampaikan oleh Menteri Olimpiade Tamayo Marukawa pada Jumat (12/3), sebagai tanggapan atas tawaran vaksin dari China sehari sebelumnya.

Marukawa mengatakan, sejauh ini Jepang belum memberikan izin penggunaan untuk vaksin dari China sehingga altletnya tidak akan memenuhi syarat untuk tawaran tersebut. Namun ia menegaskan tidak ada perubahan dalam rencana penyelenggaraan Olimpiade Tokyo yang aman, terlepas dari apakah peserta sudah divaksinasi.

"Saya pikir itu akan menjadi keputusan bagi negara-negara di mana vaksin China telah disetujui," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

"Saya tidak tahu ada perusahaan China yang telah mengajukan permohonan persetujuan di Jepang," tambahnya.

Mengutip penyiar NHK, Jepang telah mengambil langkah-langkah pencegahan penyebaran virus secara komprehensif untuk Olimpiade Tokyo, bahkan jika para atlet tidak divaksinasi.

Komite Olimpiade China sendiri menawarkan dosis vaksin untuk peserta Olimpiade Tokyo tahun ini dan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Tawaran itu disampaikan oleh Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach pada Kamis (11/3) selama sesi online mengejutkan penyelenggara Olimpiade Tokyo, seperti Kepala Eksekutif Toshiro Muto.

Sejauh ini Muto menolak mengomentari tawaran itu.

Olimpiade Tokyo akan berlangsung dari 23 Juli hingga 8 Agustus, setelah ditunda selama setahun karena pandemi Covid-19. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA