Menteri Luar Negeri yang sebelumnya dijabat oleh Daw Aung San Suu Kyi kini dipegang oleh U Wunna Maung Lwin, anggota Komite Eksekutif Pusat USDP yang pada pemilihan 8 November kalah telak. Maung Lwin pernah memegang jabatan Menlu pada pemerintahan U Thein Sein pada 2011-2016.
Maung Lwin memiliki sejarah panjang dengan militer. Ia mengabdi selama hampir tiga dekade sebelum pensiun sebagai kolonel, seperti dikutip dari
The Guardian. Ia juga pernah menjabat sebagai perwakilan PBB (2007-2011).
Menteri Pertahanan kini dijabat oleh Jenderal Mya Tun Oo. Dia bergabung dengan akademi pertahanan Myanmar pada 1980 dan menikmati peningkatan pesat melalui angkatan bersenjata, menjadi kepala staf angkatan darat, laut dan udara pada 2016.
Menurut Human Rights Watch, Mya Tun Oo memegang peran peringkat ketiga militer sebagai kepala jenderal selama kampanye 2017 melawan Rohingya.
Kedudukan Menteri Dalam Negeri dipercayakan kepada Letnan Jenderal Soe Htut. Sebelum kudeta, ia adalah kepala intelijen militer Myanmar.
Menurut Human Rights Watch, Soe Htut sebelumnya masuk dalam daftar sanksi Uni Eropa atas pelanggaran hak asasi manusia terkait perannya memimpin komando militer selatan.
Menteri Perencanaan, Keuangan, Perindustrian diserahkan kepada U Win Shein, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Perhubungan (2011-2012).
Militer Myanmar bergerak cepat setelah melakukan pengambilalihan kekuasaan dari Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan Presiden Myanmar Win Myint pada Senin (1/2).
BERITA TERKAIT: