Pertama Kalinya, Ahli Epidemiologi China Zhong Nanshan Akan Berdiskusi Dengan Penasihat Kesehatan AS Anthony Faucy

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 01 Februari 2021, 08:55 WIB
Pertama Kalinya, Ahli Epidemiologi China Zhong Nanshan Akan Berdiskusi Dengan Penasihat Kesehatan AS Anthony Faucy
Ahli epidemiologi China Zhong Nanshan/Net
rmol news logo Ahli epidemiologi China Zhong Nanshan berencana melakukan pertemuan virtual dengan kepala penasihat kesehatan AS Anthony Faucy. Sebuah langkah yang dinilai akan menjadi kabar baik bagi penanganan pandemi dua negara yang selama ini menjadi seteru.

Global Times pada Minggu (31/1) melaporkan, mengutip informasi sumber terpercaya, pertemuan antara Zhong dan Fauci akan berlangsung di sebuah acara yang diselenggarakan bersama oleh University of Edinburgh dan Edinburgh Futures Institute di Inggris, pada 2 Maret mendatang. Kedua pakar tersebut dijadwalkan akan berbicara pada sesi pembukaan.

Zhong, yang dijuluki ‘Dr. Fauci dari China’ karena perannya yang serupa dalam perang melawan pandemi virus corona mengatakan bahwa dirinya sangat menantikan diskusi tersebut, seraya menambahkan bahwa mereka memiliki pandangan yang sama.

Selain itu, ahli epidemiologi Tiongkok tersebut juga menyambut baik langkah yang diambil Joe Biden untuk menjadikan kampanye anti-epidemi sebagai prioritas utama bagi AS. Ia juga berharap kebijakan pelonggaran yang diluncurkan oleh pemerintah AS, dapat menjamin mata pencaharian masyarakat sekaligus mengendalikan epidemi secara efektif.

“Meredanya epidemi di AS akan berdampak positif pada negara, dunia, dan hubungan China-AS, terutama untuk pertukaran pelajar China dan AS,” ujarnya.

Sejumlah pengamat menilai pertemuan antara kedua ahli epidemiologi tersebut bisa menjadi pemanasan kebekuan hubungan yang selama ini terjadi antara Beijing dan Washington, terutama dalam yang terkait dengan masalah pandemi.

Salah satunya Li Haidong, seorang profesor di Institut Hubungan Internasional Universitas Luar Negeri China, menyebut pertemuan keduanya sebagai langkah untuk memulai kerja sama bilateral dalam memerangi Covid-19.

“Kedua ahli tersebut memberikan nasehat ilmiah kepada pemerintah masing-masing. Umpan balik yang positif akan membantu membuka pintu percakapan antara orang-orang di tingkat pengambilan keputusan kebijakan,” kata Li.

Ia menambahkan, vaksin juga akan masuk dalam agenda pembicaraan kedua ahli tersebut. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA