Hal tersebut disampaikan oleh pejabat kesehatan South Carolina pada Kamis (28/1) waktu setempat. Mereka mengumumkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi dua kasus varian, yang dikenal sebagai B.1.351, pada dua penduduk yang tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini, menunjukkan bahwa mereka terinfeksi secara lokal.
“Kedua kasus tersebut diidentifikasi pada orang dewasa, satu dari Lowcountry dan satu dari wilayah Pee Dee,†kata pejabat, seraya mencatat bahwa tidak ada riwayat perjalanan yang diketahui dan tidak ada keterkaitan antara kedua kasus tersebut.
Sementara, Direktur Departemen Kesehatan dan Pengendalian Lingkungan Carolina Selatan (DHEC), Dr. Brannon Traxler, mengatakan bahwa ini menjadi peringatan penting bahwa perang melawan virus corona masih akan berlangsung lama.
"Kedatangan varian SARS-CoV-2 di negara bagian kami merupakan pengingat penting bagi semua warga South Carolina bahwa perang melawan virus mematikan ini masih jauh dari selesai," ujarnya.
Para ahli di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menilai, virus corona varian B.1.351 diyakini lebih cepat menyebar dibanding varian B.1.1.7 yang pertama kali terdeteksi di Inggris. Varian ini bahkan dinilai mampu menghindari beberapa aksi pemblokiran antibodi yang dihasilkan oleh vaksin yang telah ada saat ini.
Namun demikian, meskipun lebih menular, mereka tidak berpikir bahwa varian Afrika Selatan itu lebih mematikan dari jenis Covid-19 yang terdeteksi di awal pandem.
“Saat ini, kami tidak memiliki bukti bahwa infeksi oleh varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah,†ungkap CC, Kamis (28/1), seperti dikutip dari
Fox News.
Dalam pernyataannya, CDC juga telah merekomendasikan agar orang-orang menghindari perjalanan saat ini, sebagai upaya untuk menahan laju penyebaran virus.
BERITA TERKAIT: