
Pemerintah Irak dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan China dalam proyek konstruksi senilai 20 miliar dolar AS di provinsi selatan al-Mutanna. Keterangan tersebut disampaikan oleh kepala Otoritas Investasi al-Muthanna, Adel Al-Yasiri dalam sebuah pernyataan resmi pada Minggu (17/1) waktu setempat.
"Proyek tersebut antara lain pembangunan pembangkit listrik dan pabrik lantai dan porselen dengan kapasitas produksi 32 ribu meter persegi per hari, serta pabrik keramik dinding dan fasad dengan kapasitas 36 ribu meter persegi per hari," kata Al-Yasiri, seperti dikutip dari
Anadolu Agency, Minggu (13/1).
Dia juga menyampaikan bahwa Irak telah memberikan persetujuan awal untuk membangun proyek tersebut.
“Tahap pertama proyek berjumlah 2 miliar dolar AS di mana dua lokasi telah disiapkan di dekat kilang Samawah agar perusahaan menyelesaikan prosedur yang tersisa,†ujarnya.
Proyek lain yang dicapai bersama China adalah pembangunan pabrik saniter berkapasitas 360 meter kubik per hari, pabrik keramik untuk asesoris berkapasitas 108 ribu meter persegi per bulan, serta pabrik kertas dan 125 juta karton per bulan.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: