Pengunduran diri Pottinger menambah daftar pejabat Gedung Putih yang meninggalkan Donald Trump pasca kerusuhan di Capitol Hill.
Pottinger termasuk di antara pembantu Trump yang kecewa dengan tindakan sang presiden yang mengajak para pendukungnya untuk berkumpul di Washington DC dan menganggu Sidang Kongres.
Pottinger sendiri sudah menyatakan niat untuk mengundurkan diri sejak lama, yaitu pada hari pemilihan presiden.
Pottinger merupakan seorang mantan jurnalis dan perwira Korps Marinir AS yang masuk ke Gedung Putih sejak 22 September 2019. Ia menjadi sosok di balik kebijakan-kebijakan Trump terhadap China.
Ia lulus dari University of Massachusetts Amherst untuk studi China dan fasih berbahasa Mandarin. Selama sebagai jurnalis, ia bertugas di China selama tujuh tahun. Dalam karir militernya, ia juga fokus pada perkembangan pertahanan China.
Sebelum Pottinger, sejumlah staf Gedung Putih yang mengundurkan diri secara massal adalah Kepala Staf Ibu Negara Melania Trump, Stephani Grisham. Selain itu ada Sekretaris Sosial Gedung Putih Rickie Niceta dan Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Sara Matthews.
Beberapa pejabat di Gedung Putih juga saat ini telah mempertimbangkan pengunduran diri, seperti Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien dan Wakil Kepala Staf Shris Liddell.
O'Brien bahkan sudah berani menyatakan ketidaksetujuannya pada keputusan Trump dan mendukung Wakil Presiden Mike Pence terkait insiden di Capitol Hill.
Kerusuhan di Capitol Hill terjadi ketika para pendukung Trump berupaya menggagalkan hasil pilpres AS 2020 yang menyatakan kemenangan bagi Joe Biden.
Situasi semakin tidak terkendali ketika para simpatisan Trump yang membawa bendera hingga senjata bentrok dengan petugas keamanan, memaksa untuk memasuki Gedung Kongres.
BERITA TERKAIT: