
Sedikitnya lima dokter penjara dan petugas kesehatan di ibu kota Afghanistan tewas setelah sebuah bom meledak ketika mereka dalam perjalanan menuju penjara Pul-i-Charkhi, Selasa (22/12) waktu setempat.
"Di antara dokter yang mninggal ada dua dokter wanita, yang bekerja untuk mengendalikan penyebaran virus corona di penjara termasuk di antara yang tewas," kata Masooma Jafari, juru bicara kementerian kesehatan, seperti dikutip dari
AFP, Selasa (22/12).
“Menyedihkan dan jauh dari ekspektasi hari ini musuh umat manusia menyasar petugas kesehatan kita yang dikenal sebagai penjaga perdamaian,†kata Jafri.
Segera setelah kejadian pihak Taliban mengatakan mereka tidak terlibat dalam serangan yang menewaskan itu lima orang yang sedang dalam perjalanan ke penjara terbesar di Afghanistan yang menampung ratusan tahanan, termasuk sejumlah gerilyawan Taliban itu.
Belakangan ini Afghanistan tengah mengalami peningkatan jumlah pembunuhan dengan bom magnet kecil yang ditempatkan di bawah kendaraan, banyak yang disalahkan pada Taliban meskipun perundingan damai bertujuan untuk mengakhiri perang selama dua dekade.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: