Jepang Naikkan Anggaran Pertahanan Lebih Dari 51 Miliar Dolar AS Demi Beli Jet Siluman Untuk Lawan China

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 21 Desember 2020, 16:01 WIB
Jepang Naikkan Anggaran Pertahanan Lebih Dari 51 Miliar Dolar AS Demi Beli Jet Siluman Untuk Lawan China
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga meninjau Angkatan Udara Bela Diri Jepang di Pangkalan Udara Iruma di Sayama, Prefektur Saitama, Jepang, 28 November 2020/Net
rmol news logo Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menyetujui kenaikan belanja militer kesembilan berturut-turut pada hari Senin (21/12) waktu setempat. Kenaikan anggaran itu dimaksudkan untuk mendanai pengembangan pesawat tempur siluman canggih dan rudal anti-kapal jarak jauh untuk melawan kekuatan militer China yang semakin tumbuh.

Dilaporkan Reuters, Senin (21/12), melalui keputusan tersebut, Kementerian Pertahanan Jepang akan mendapat kucuran dana sebesar 5,34 triliun yen atau setara 51,7 miliar dolar AS untuk tahun yang akan dimulai pada bulan April 2021, naik 1,1 persen dari tahun ini.

Dengan mayoritas suara yang mendukung Suga di parlemen, penetapan anggaran sudah pasti terjadi.

Suga melanjutkan perluasan kapasitas militer Jepang yang dirintis pendahulunya, Shinzo Abe, yang akan membuat Jepang memiliki pesawat tempur baru, dan juga berbagai peluru kendali dan kapal induk yang memiliki jarak tempuh dan kemampuan lebih tinggi menghadapi potensi ancaman, termasuk dari China.

Jepang akan membeli rudal jarak jauh dan tengah mempertimbangkan untuk mempersenjatai dan melatih pasukan militernya untuk menyerang sasaran darat yang jauh di China, Korea Utara, dan bagian lain Asia.

Selain itu, Jepang akan menghabiskan 323 juta dolar AS untuk memulai pengembangan rudal anti-kapal jarak jauh untuk mempertahankan rantai pulau Okinawa di barat daya.

Pembelian besar lainnya termasuk 628 juta dolar AS untuk enam pesawat tempur siluman Lockheed F-35, termasuk dua varian short-takeoff and vertical-landing (STOVL) B yang akan beroperasi dari kapal induk yang dikonversi.

Militer juga akan mendapatkan dana sebesar 912 juta dolar AS untuk membangun dua kapal perang yang dapat beroperasi dengan lebih sedikit pelaut daripada kapal perusak konvensional, sebagai upaya untuk mengurangi tekanan pada angkatan laut yang berjuang untuk menemukan rekrutan dalam populasi yang menua. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA