Langkah itu dilakukan sehari setelah muncul klaster baru Covid-19 di pasar udang di Samut Sakhon, sebuah provinsi di barat daya Bangkok serta pusat industri makanan laut yang menjadi rumah bagi ribuan pekerja migran.
Kementerian Kesehatan Umum menyebut hanya empat kasus yang dilaporkan pada Jumat (18/12), namun jumlahnya melonjak menjadi 689 pada Minggu (20/12).
"Hari ini baru tahap pertama," ujar sekretaris kementerian Dr. Kiattiphum Wongrajit dalam konferensi pers pada Minggu malam, seperti dikutip
CGTN.
"Hasil lebih lanjut akan menunjukkan lebih banyak infeksi," tambahnya.
Wongrajit menyebut, 40 ribu orang akan diuji di Samut Sakhon dan sekitarnya, dengan lebih dari 10 ribu tes akan dilakukan pada Rabu (23/12).
Menurut otoritas, sebagian besar kasus yang diidentifikasi saat ini menunjukkan tidak ada gejala.
Selain melakukan pengujian massal, otoritas juga sudah memasang kawat berduri di pasar yang akan ditutup hingga 4 Januari.
Samut Sakhon sendiri akan melakukan lockdown dan jam malam hingga 3 Januari.
Sementara itu, pihak berwenang di Bangkok juga meminta masyarakat untuk meningkatkan tindakan pencegahan dengan menghindari pertemuan, sementara tempat hiburan dan restoran harus memperhatikan jarak sosial.
BERITA TERKAIT: