“Brasil adalah pemimpin internasional dalam proses evaluasi untuk CoronaVac,†kata Anvisa dalam sebuah pernyataan di situsnya, seperti dikutip dari
Reuters Selasa (15/12).
“Vaksin tersebut telah mendapat izin penggunaan darurat di China sejak Juni tahun ini. Kriteria China untuk memberikan otorisasi penggunaan darurat tidak transparan, dan tidak ada informasi yang tersedia tentang kriteria yang saat ini digunakan oleh otoritas China untuk membuat keputusan ini,†lanjutnya.
Menanggapi itu, Juru bicara kementerian luar negeri China Wang Wenbin mengatakan pada hari Selasa bahwa China sangat mementingkan keamanan dan kemanjuran vaksinnya.
Presiden Brasil Jair Bolsonaro, kritikus yang konsisten terhadap China, telah berulang kali meragukan vaksin CoronaVac yang sedang dikembangkan oleh China Sinovac Biotech Ltd.
Sebaliknya, Gubernur Sao Paulo Joao Doria, yang telah lama bersitegang dengan Bolsonaro, mengatakan negara bagian itu diperkirakan akan mulai memvaksinasi penduduknya pada Januari mendatang, meskipun negara bagian terpadat di Brasil itu tidak akan dapat menggunakan CoronaVac sampai disetujui oleh Anvisa.
Setidaknya puluhan ribu orang telah menggunakan vaksin Sinovac dalam program penggunaan darurat China, yang secara resmi diluncurkan pada Juli, yang menargetkan kelompok terbatas orang-orang berisiko tinggi.
China sendiri memang belum membuat perincian publik tentang bagaimana menentukan apakah vaksin virus corona baru memenuhi syarat untuk penggunaan darurat.
BERITA TERKAIT: