Soal Penahanan Karyawan Bloomberg Di Beijing, Jubir: Uni Eropa Harus Hormati Kedaulatan Peradilan China

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 14 Desember 2020, 18:28 WIB
Soal Penahanan Karyawan Bloomberg Di Beijing, Jubir: Uni Eropa Harus Hormati Kedaulatan Peradilan China
Jurubicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin/Net
rmol news logo Beijing membalas kritikan Uni Eropa perihal penahanan warga negara China yang bekerja untuk outlet media asing Bloomberg News.

Otoritas China pada Jumat (11/12) telah menangkap Haze Fan yang bekerja untuk Bloomberg di Beijing dengan tuduhan membahayakan keamanan nasional.

Setelah itu Uni Eropa meminta China untuk segera membebaskan Fan dan semua orang yang ditahan di negara tersebut yang bersalah karena memberikan laporan.

Uni Eropa juga mendesak pihak berwenang untuk memberikan Fan bantuan medis yang diperlukan, akses cepat ke pengacara yang dipilihnya sendiri, serta kontak dengan keluarga.

Dilaporkan Reuters, jurubicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pun menanggapi kritikan Uni Eropa dengan menyebutnya sebagai pernyataan yang tidak bertanggung jawab.

"Pemerintah China melindungi kebebasan berbicara warga negara sesuai dengan hukum," kata Wang dalam konferensi pers harian di Beijing pada Senin (14/12).

"Kami mendesak pihak Uni Eropa untuk dengan sungguh-sungguh menghormati kedaulatan peradilan China, dan berhenti membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Lebih lanjut. Wang juga mengatakan jika hak hukum dan kepentingan Fan telah dijamin. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA