Dalam pernyataannya, Oman melalui kementerian luar negerinya mengatakan pihaknya menyambut baik pengumuman tersebut. Berharap langkah itu akan memperkuat upaya menuju perdamaian yang langgeng dan adil di Timur Tengah.
“(Oman) menyambut baik apa yang diumumkan Raja Maroko Mohammed VI dalam panggilan teleponnya dengan Presiden AS Trump dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Semoga ini upaya untuk mencapai perdamaian yang komprehensif, adil dan abadi di Timur Tengah,†kata pernyataan itu, seperti dikutip dari
Haaretz, Sabtu (12/12).
Israel dan Maroko pada Kamis (10/12) sepakat untuk menormalisasi hubungan yang ditengahi AS, menjadikan Maroko negara Arab keempat setelah Uni Emirat Arab, Bahrain dan Sudan -yang mengesampingkan permusuhan dengan Israel- dalam empat bulan terakhir.
Melalui kesepakatan tersebut, Presiden Donald Trump setuju untuk mengakui kedaulatan Maroko atas wilayah yang disengketakan di Sahara Barat.
Pejabat AS dan Israel sebelumnya menyarankan bahwa Oman bisa menjadi kandidat lain untuk normalisasi. Namun, hingga kini Oman sepertinya lebih memilih bersikap netral.
Pada 2018, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Oman dan membahas inisiatif perdamaian di Timur Tengah dengan pemimpin Oman saat itu, Sultan Qaboos.
BERITA TERKAIT: