Perdana Menteri Abiy Ahmed mengatakan ultimatum yang diberikannya kepada TPLF pada Minggu (22/11) untuk menyerah dalam waktu 72 jam sudah berakhir.
"Jangka waktu 72 jam yang diberikan kepada kriminal TPLF untuk menyerah secara damai sekarang telah berakhir dan kampanye penegakan hukum telah mencapai tahan akhir," kata Abiy pada Kamis (26/11), seperti dikutip
Reuters.
"Gerbang damai terakhir yang terbuka untuk dilalui TPLF sekarang telah ditutup dengan rapat," tambah dia.
Lebih lanjut Abiy menuturkan pihaknya telah mempersiapkan strategi untuk membawa TPLF ke pengadilan tanpa melukai warga sipil.
"Pasukan Pertahanan Nasional kami telah dengan hati-hati menyusun strategi untuk membawa kriminal TPLF ke pengadilan tanpa merugikan warga sipil yang tidak bersalah, situs warisan, tempat ibadah, lembaga pembangunan, dan properti," jelas dia.
Konflik di Tigray mencuat pada 4 November ketika Abiy menuding TPLF telah menyerang pasukan militer Ethiopia. Tetapi Tigrayan mengaku telah didiskriminasi oleh pemerintah Ethiopia.
Sejak awal konflik, ribuan orang diyakini telah meninggal dunia, dan hampir 43 ribu orang melarikan diri ke Sudan.
BERITA TERKAIT: