Selama konferensi pers pada hari Selasa, Juru Bicara CECC Chuang Jen-hsiang mengumumkan dengan adanya dua kasus impor tersebut, total kasus yang dikonfirmasi di Taiwan menjadi 581.
Chuang menyatakan bahwa Kasus No 580 dan 581 masing-masing datang ke Taiwan dari Indonesia pada tanggal 26 dan 27 Oktober. Tidak ada yang melaporkan gejala penyakit tersebut ketika mereka tiba di Taiwan, katanya seperti dikutip dari
Taiwan News, Rabu (11/11).
“Karena karantina mereka berakhir pada 8 November dan 9 November, mereka kemudian diuji untuk virus corona. Pada 10 November, keduanya secara resmi didiagnosis dengan Covid-19,†katanya.
Chuang juga mengatakan, karena kedua kasus tersebut asimtomatik dan tidak ada kontak dengan orang lain selama mereka tinggal di pusat karantina, maka mereka tidak perlu melakukan pelacakan kontak.
CECC pada hari Selasa tidak mengumumkan laporan baru tentang orang-orang yang dicurigai mengalami gejala. Sejak wabah dimulai, Taiwan telah melakukan 104.380 tes Covid-19, dengan 102.711 kembali negatif.
Dari 580 kasus yang dikonfirmasi secara resmi, 488 adalah kasus impor, 55 kasus lokal, dan 36 kasus berasal dari pasukan Angkatan laut ‘Armada Goodwill’,serta satu kasus yang belum teridentifikasi. Hingga saat ini, Taiwan telah mencatat tujuh kematian karena penyakit tersebut, sementara 528 telah dibebaskan dari isolasi rumah sakit, sehingga 45 pasien masih menjalani perawatan di Taiwan.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengenai dua kasus di Taiwan tersebut.
Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 440 ribu kasus virus corona dengan lebih dari 14 ribu kematian.
BERITA TERKAIT: