Reaktor yang terletak 340 km sebelah utara Tokyo itu telah mendapatkan persetujuan akhir dari otoritas pemerintah setempat.
Gubernur Miyagi, Yoshihiro Murai pada Rabu (11/11) mengatakan reaktor Onagawa diaktifkan kembali karena memenuhi standar keamanan baru yang diberlakukan setelah bencana Fukushima.
"Karena penutupan pembangkit nuklir, Jepang semakin bergantung pada tenaga bahan bakar fosil," kata Murai, seperti dikutip
AFP.
"Ada kekhawatiran atas peningkatan emisi CO2. Kita tidak bisa berharap untuk tiba-tiba memperluas penggunaan energi terbarukan yang aman dan bersih untuk mendukung permintaan," sambung dia.
Meski telah disetujui, membutuhkan waktu agar reaktor tersebut kembali beroperasi.
Nikkei melaporkan, operator reaktor, Tohoku Electric Power berupaya untuk memulai operasi pada Maret 2023, setelah menyelesaikan langkah-langkah keamanan tambahan.
Sejak bencana Fukushima 2011, sebagian besar pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang ditutup. Tetapi pemerintah mendorong reaktor untuk kembali beroperasi, mengingat komitmen netralitas karbon Jepang pada 2050.
Setelah bencana, pemerintah juga telah menerapkan standar keamanan baru, di mana ada 16 reaktor yang sudah melewati uji standar tersebut.
Reaktor Onagawa sendiri menjadi reaktor terpengaruh bencana pertama yang diaktifkan lagi.
Pada Januari, pengadilan tinggi memutuskan reaktor Ikata di garis patahan Ehima barat harus ditutup mengingat risiko gempa bumi dan letusan gunung berapi yang tinggi.