Hadir di Majelis Kesehatan Dunia pada Selasa (10/11), Garrett Grigsby dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menuding penyelidikan asal muasal virus corona yang diterbitkan WHO tidak transparan.
Ia mengatakan, negara-negara anggota baru diberikan informasi mengenai kerangka acuan penyelidikan hanya beberapa hari sebelum pertemuan.
"Itu tidak dinegosiasikan secara transparan dengan semua negara anggota WHO dan penyelidikan itu sendiri tampaknya tidak konsisten," kata Grigsy, seperti dikutip
Reuters.
"Memahami asal mula Covid-19 melalui investigasi yang transparan dan inklusif adalah hal yang harus dilakukan untuk memenuhi amanah," lanjutnya.
Pada hari yang sama, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkap komposisi tim penyelidik yang menurutnya diisi oleh individu-individu yang sangat dihormati.
Anggota tim sendiri berasal dari Rusia, Australia, Sudan, Denmark, Belanda, Jerman, Jepang, Vietnam, Inggris dan AS.
Dalam pernyataannya, Inggis menyerukan agar penyelidikan didasarkan pada ilmu pengetahuan yang kuat.
Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn juga menyuarakan adanya transparansi dan kerja sama penuh selama penyelidikan.
Pakar kedaruratan utama WHO, Mike Ryan sebelumnya mengatakan tim tersebut telah mengadakan pertemuan dengan pihak China terkait waktu pelaksanaan.
Berdasarkan kerangka acuan yang dirilis WHO, tim penyelidik internasional akan menindaklanjuti hasil temuan dari ilmuwan China untuk studi jangka panjang.
Virus corona baru atau SARS-CoV-2 adalah penyebab penyakit Covid-19 yang ditemukan sejak akhir tahun lalu di kota Wuhan. Virus tersebut diyakini berasal dari kelelawar yang ada di pasar hewan di sana.
BERITA TERKAIT: