Ikhlas Terima Keputusan Pemakzulan, Presiden Peru Martin Vizcarra Pulang Tinggalkan Istana

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 10 November 2020, 14:04 WIB
Ikhlas Terima Keputusan Pemakzulan, Presiden Peru Martin Vizcarra Pulang Tinggalkan Istana
Presiden Martin Vizcarra yang telah digulingkan atas dugaan karupsi/Net
rmol news logo Kongres Peru akhirnya berhasil menggulingkan Presiden Martin Vizcarra pada Senin (9/11) waktu setempat, dalam pemungutan suara pemakzulan atas tuduhan korupsi, yang memicu ketegangan di negara penghasil daun koka terbesar di dunia itu.

Vizcarra mengatakan dia akan menerima keputusan Kongres dan tidak akan mengambil tindakan hukum untuk melawannya.

“Hari ini saya akan meninggalkan istana presiden. Hari ini saya akan pulang,” kata Vizcarra dalam pidatonya pada Senin malam waktu setempat, dikelilingi oleh kabinetnya di halaman kediaman presiden di pusat kota Lima, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/11).

Kepala Kongres, Manuel Merino, seorang ahli agronomi dan pengusaha dari minoritas Aksi Populer, akan mengambil alih kursi kepresidenan pada hari Selasa (10/11) dan akan tetap menjabat hingga akhir Juli 2021, ketika masa jabatan Vizcarra akan berakhir.

Merino menyerukan ketenangan setelah pemungutan suara dan meyakinkan warga Peru bahwa pemilihan presiden 11 April akan berjalan sesuai rencana.

"Itu sudah dijadwalkan," katanya tentang pemilihan dalam sebuah wawancara dengan stasiun lokal America Television.

Dalam upaya kedua oleh anggota parlemen untuk menyingkirkan Vizcarra sentris dalam hitungan bulan, Kongres yang didominasi oposisi mengajukan 105 suara untuk menggulingkannya atas tuduhan bahwa saat menjadi gubernur ia menerima suap dari perusahaan yang memenangkan kontrak pekerjaan umum.

105 suara tersebut jauh melebihi ambang batas 87 suara dari 130 yang dibutuhkan untuk menggulingkannya dari jabatan. Ada 19 suara menentang penggulingannya dan empat abstain.

Vizcarra telah menolak tuduhan korupsi sebagai sebuah tudingan tidak berdasar dan salah. Dia memperingatkan tentang “konsekuensi tak terduga” sebelumnya pada Senin. Jika anggota parlemen memakzulkannya menjelang pemilihan 11 April, itu berarti dia tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri kembali. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA