Sejumlah pengemudi membunyikan klakson dan bertepuk tangan meriah di ibukota Havana pada Sabtu siang (6/11) setelah Joe Biden dinyatakan sebagai pemenang pemilu.
Suka cita ini bukan tanpa alasan.
Reuters mengabarkan, hal ini merupakan cerminan harapan bahwa Kuba akan meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat di masa pemerintahan berikutnya.
Banyak orang Kuba mengatakan mereka bahwa sebenarnya tidak berharap banyak pada Biden. Mereka tidak mengharapkan Biden akan mencabut embargo perdagangan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Kuba.
Tetapi mereka merasa terdorong oleh jaminan Biden bahwa dia akan segera membalikkan kebijakan Presiden Donald Trump yang dianggap telah merugikan Kuba.
"Saya sangat senang," kata seorang pensiunan Ekonom di Kuba, Miriam Corrales yang bertepuk tangan setelah berita kemenagnan Biden diumumkan di televisi pemerintah Kuba.
"Biden memberi saya kesan bahwa dia akan melakukan segala kemungkinan untuk meringankan sanksi dan meninggalkan tekanan yang kami alami dengan Trump," ujarnya.
Diketahui bahwa semasa pemerintahan Trump, Amerika Serikat membalik banyak kebijakan era Obama dan "mencekik" ekonomi Kuba.
"Trump ingin mengubur kami hidup-hidup," kata warga Kuba lainnya yang berprofesi sebagai guru, Mercedes Rodriguez.
Seorang penasihat kebijakan luar negeri Biden mengatakan kepada
Reuters dengan syarat anonim pekan lalu bahwa Demokrat akan membalikkan keputusan yang memisahkan keluarga, pembatasan perjalanan keluarga dan pengiriman uang jika Biden duduk di Gedung Putih.
Itu menunjukkan harapan bahwa Biden dapat mengatur kembali hubungan Amerika Serikat dengan Kuba.
BERITA TERKAIT: