Eric Trump: Ayah Saya Kehilangan Banyak Uang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 12 Oktober 2020, 06:59 WIB
Eric Trump: Ayah Saya Kehilangan Banyak Uang
Erick Trump saat kampanye ayahnya Donald Trump pada 17 September 2020/Net
rmol news logo Putra bungsu Presiden Donald Trump belakangan ini benar-benar menunjukkan pembelaan untuk sang ayah. Terlebih ketika sebuah laporan yang diterbitkan di New York Times menyudutkan ayahnya.

Menurut sebuah artikel pada hari Minggu yang berjudul "The Swamp That Trump Built", Trump dikatakan memanfaatkan posisinya sebagai presiden untuk mendatangkan pendapatan ke hotel dan lapangan golfnya.

Berbicara kepada ABC's This Week, Eric Trump menggambarkan bahwa ayahnya justru adalah sebagai korban, bukan pengeksploitasi sistem.

Eric ingin Amerika merasa kasihan pada ayahnya.

“Kami kehilangan banyak uang. Ayah saya kehilangan banyak uang untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Dia tidak peduli, dia ingin melakukan apa yang benar," ujar Eric, sepert dikutip dari The Guardian, Minggu (11/10).

"Hal terakhir yang dapat saya sampaikan kepada Anda, yang dibutuhkan Donald Trump di dunia adalah pekerjaan ini. Dia bangun di pagi hari dan dia harus melawan Anda dan dia harus melawan seluruh media. Dia harus melawan para demokrat dan kepalanya ditinju setiap hari,” kata Eric Trump berapi-api.

Namun begitu, Eric bertahan untuk tidak banyak berkomentar tentang apa yang dituliskan oleh New York Times.

“Kunjungi rumah Google Biden sekarang dan beri tahu saya jika menurut Anda seseorang yang telah berada di pemerintahan selama 47 tahun mampu membeli rumah besar itu, di atas air di Wilmington, Delaware,” katanya kemudian.

Saat didesak lagi, akhirnya Erick berkata: “Kami memiliki perusahaan perhotelan. Kami memiliki puluhan juta orang yang menginap di properti kami setiap tahun. The New York Times benar-benar berita palsu. Yang mereka ingin lakukan hanyalah menjatuhkan ayahku."

Erick pun mengungkapkan bahwa New York Time telah banyak membuang beberapa cerita yang benar saat acara debat putaran pertama.

"Anda tahu, media di negeri ini sudah tidak ada. Media di negara ini hilang. Media telah menjadi lengan aktivis Partai Demokrat. Tidak ada yang adil," ujar Erick, seperti dikutip dari ABC News yang melaporkan isi transkip wawancara Eric. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA