Jurubicara Kementerian Pertahanan, Shushan Stepanyan pada Minggu (11/10) mengatakan, klaim Azerbaijan tidak benar karena Tentara Pertahanan Artsakh tidak menyerang Ganja.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Azerbaijan melaporkan, kota Ganja telah disernag oleh pasukan Armenia pada Sabtu (10/10) atau ketika dimulainya gencatan senjata yang disepakati oleh Baku dan Yerevan di Moskow pada Jumat (9/10).
Dimuat
Sputnik, Kantor Kejaksaan Agung Azerbaijan menyebut, sedikitnya lima orang tewas dan 28 lainnya terluka akibat serangan tembakan roket di Ganja.
Sebelum serangan itu, Kementerian Keadaan Darurat Azerbaijan juga menyebutkan, sedikitnya lima mayat ditemukan dari puing-puing dan 17 lainnya terluka.
"Akibat tembakan roket, sebuah bangunan tempat tinggal hancur total. Saat ini, lima jenazah yang tewas telah ditemukan di puing-puing, ada 17 orang luka-luka. Tim penyelamat sedang bekerja di tempat," kata kementerian pada Minggu.
Di sisi lain, koresponden
Sputnik yang berada di ibukota Nagorno-Karabakh, Stepanakert melaporkan adanya beberapa ledakan di tengah gencatan senjata yang telah disepakati atas dasar kemanusiaan.
Konflik antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh kembali meletus pada 27 September. Sampai saat ini, konflik meluas ke pemukiman warga yang membuat banyak korban sipil berjatuhan.
BERITA TERKAIT: