Deklarasi tersebut disampaikan Kongres sebagai bagian dari upaya meningkatkan dana untuk pemadam kebakaran dan membuka pintu bantuan internasional guna menjinakkan api.
Sekretaris Darurat Nasional (SEN) menyebut ada 5.231 titik kebakaran yang muncul dalam 24 jam terakhir, sebagian besar berada di kawasan hutan lebat Chaco. Wilayah tersebut adalah rumah bagi peternakan sapi, jaguar, dan banyak suku asli.
Kepala SEN, Joaquin Roa menyebut titik-titik api tersebut "berkembang biak" menjadi kebakaran hutan di tengah cuaca tanpa hujan dan suhu udara melonjak.
"Semua api yang dihasilkan sudah dikontrol tapi kami belum memangkan pertempuran, kami tidak bisa menurunkan pertahanan," ujar Roa, seperti dikutip
Reuters.
Pihak berwenang mengatakan dua pesawat pemadam kebakaran telah tiba di negara itu dan akan memadamkan daerah yang terkena dampak paling parah.
Direktorat Meteorologi Paraguay memperkirakan hujan tidak akan turun hingga 7 Oktober. Sehingga artinya Paraguay harus berjuang memadamkan api tanpa bantuan cuaca.
Selain Paraguay, negara-negara lain di Amerika Lain lainnya seperti Argentina, Bolivia, dan Brasil juga tengah berjuang untuk mengatasi kebakaran yang sama. Kebakaran saat ini diperkirakan sudah mencapai level terburuk yang didorong dengan kekeringan dan cuaca panas.
BERITA TERKAIT: