Gelombang Panas Menyulut Kebakaran Hutan Di Maroko, Angkatan Bersenjata Pimpin Upaya Pemadaman Api

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 11 September 2020, 08:19 WIB
Gelombang Panas Menyulut Kebakaran Hutan Di Maroko, Angkatan Bersenjata Pimpin Upaya Pemadaman Api
Kebakaran besar di Provinsi Fahs-Anjra, Maroko/Net
rmol news logo   Angkatan Bersenjata Kerajaan Maroko (FAR) memimpin upaya pemadaman api yang membakar Hutan Al Hrarech di dekat Provinsi Fahs-Anjra, sekitar 25 kilometer dari Tangier.

Setidaknya puluhan petugas serentak turun untuk menangani kebakaran yang terjadi sejak pukul 4 pagi, Kamis (10/9) waktu setempat, seperti dilaporkan Maroko News. Pesawat Canadair juga dikerahkan untuk membantu proses pemadaman beserta tujuh truk tangki dan lebih banyak kendaraan dari Komisi Tinggi Perairan dan Perhutanan Maroko (HCWF).

Otoritas setempat mengatakan kebakaran yang dimulai kemarin di komune Al Bahraoyine itu telah merusak puluhan hektar tumbuh-tumbuhan. Hutan Al Hrarech terutama terdiri dari pohon pinus Aleppo.

Provinsi Fahs-Anjra juga pernah mengalami kebakaran serupa itu pada September 2016, yang menghancurkan lebih dari 196 hektar hutan.

Otoritas lokal Al Haouz memadamkan api dengan bantuan penduduk setempat, beserta anggota Perlindungan Sipil, dan Direktorat Jenderal Air dan Hutan.

Kebakaran juga terjadi beberapa kali selama Agustus 2020 di Maroko utara.  Pada tanggal 1 Agustus wilayah Hutan Al Haouz al Mellaliyin di M'diq terbakar dan  merusak lebih dari 1.000 hektar hutan. Kebakaran terjadi lagi pada 25 Agustus 2020, di Hutan Akesmae di Kota Bab Berred dekat Chefchaouen, merusak lebih dari 300 hektar.

Maroko mengalami lima kebakaran hutan besar selama Agustus karena dipengaruhi oleh gelombang panas dan kondisi kering. Direktorat Jenderal Meteorologi Maroko (DGM) dalam bulletin meteorologi mengatakan kondisi itu berpotensi membahayakan.

DGM mengumumkan suhu akan mencapai 47 derajat Celcius di beberapa provinsi, disertai dengan angin sirocco yang hangat yang dikenal di Maroko sebagai ‘chergui’, faktor lain yang menambah risiko kebakaran hutan.

Kebakaran terjadi juga di Hutan Negara Ghiraya dekat Marakesh. Kebakaran juga membunuh ternak di sebuah oasis 10 kilometer dari Guelmim di kota pedesaan Asrir.

Pada 30 Agustus, cuaca panas menyulut api lagi di oasis kurma di provinsi Aoufous, dekat Errachidia. Kebakaran yang menghancurkan beberapa hektar oasis itu bertepatan dengan panen kurma di kawasan itu. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA