Dalam wawancaranya baru-baru ini dengan kantor berita Belgia Le Vif L'Express, Mohamed Ameur mengatakan kehadiran komunitas Maroko di Belgia menjadi peluang bagi kedua negara dalam banyak hal. Itu sebabnya kebijakan-kebijakan harus diperbarui untuk mendorong integrasi, serta memperkuat hubungan dengan akar dan budaya asal para diaspora
Jumlah orang Maroko yang tinggal di Belgia mencapai 81.900 pada tahun 2014.
Ameur juga berbicara tentang kebijakan migrasi Maroko. Ia mengatakan Maroko telah menjadi negara transit dan penerimaan para migran.
“Dengan menguatnya kontrol perbatasan dengan Eropa, banyak migran sub-Sahara menetap secara permanen di Maroko,†kata Ameur, Dikutip dari MWN, Jumat (4/9).
Semakin meningkatnya migran di Maroko membuat negara itu meluncurkan kebijakan migrasi baru dengan mempertimbangkan komitmen nasional dan internasionalnya dalam hal hak asasi manusia dan juga hubungan yang intens dengan benua Afrika.
Negara Afrika Utara itu meluncurkan kebijakan migrasi baru pada tahun 2013 atas permintaan Raja Mohammed VI.
Peluncuran tersebut memungkinkan para pejabat untuk membuka Kantor Suaka dan Orang Tanpa Kewarganegaraan Maroko. Surat edaran yang diterbitkan pada bulan Oktober 2013 dan Januari 2014 menguraikan langkah-langkah yang memungkinkan anak-anak migran mendapat akses pendidikan.
Maroko juga meluncurkan kampanye untuk membantu para migran yang tidak berdokumen agar mengatur status mereka untuk mendapatkan manfaat dari layanan kesehatan dan pendidikan publik.
BERITA TERKAIT: